Bandung: Satu dari tiga penduduk berusia lebih dari 15 tahun di Kota Bandung, Jawa Barat, rentan mengidap hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hal ini diketahui berdasarkan riset Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Jawa Barat, pada 2018.
"Hipertensi kerap kali diidentikkan pada orang usia lanjut dengan gejala sakit kepala dan mudah marah. Namun, ternyata dari hasil riset yang dilakukan pada 2018, satu dari tiga penduduk di Kota Bandung berusia lebih dari 15 tahun mengidap hipertensi," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung, Ira Dewi Jani, dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 9 Juni 2022.
Prevalensi hipertensi pada usia 15-69 tahun di Kota Bandung mencapai 36,6 persen atau sekitar 700 ribu orang. Hingga Mei 2022, Dinkes Kota Bandung memperoleh aduan hipertensi sekitar 28.000 kasus.
"Dari data Kementerian Kesehatan, penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi penderitanya mulai bergeser ke usia yang lebih muda. Faktornya terbagi menjadi dua, faktor yang tidak bisa dikendalikan dan bisa dikendalikan," jelas dia.
Baca: Makan Daging Kambing Sebabkan Kolesterol dan Hipertensi, Benarkah?
Faktor penderita hipertensi yang tidak bisa dikendalikan, meliputi usia, jenis kelamin, dan keturunan. Sementara, untuk faktor yang bisa kita kendalikan, meliputi pola diet, menu makanan yang tidak seimbang, kurang olahraga, konsumsi garam berlebih, dan tingkat stress yang tinggi.
Ira mengingatkan masyarakat untuk rutin melakukan screening atau cek kesehatan di puskesmas terdekat. Jangan sampai menunggu ada gejala dulu baru memeriksakan ke dokter.
"Mau ada gejala atau tidak, minimal setahun sekali periksa tekanan darahnya ke puskesmas terdekat. Biayanya gratis, sudah dijamin pemerintah," tutur Ira.
(UWA)