1 Korban Tewas dalam Penyerangan Office Boy Kantor Koperasi di Cirebon

Kasatreksrim Polresta Cirebon Kompol Hario Prasetyo. Medcom.id/ Ahmad Rofahan Kasatreksrim Polresta Cirebon Kompol Hario Prasetyo. Medcom.id/ Ahmad Rofahan

Cirebon: Sebanyak satu orang dinyatakan tewas usai penyerangan yang dilakukan petugas office boy (OB) di Kantor Koperasi BMI Arjawinangun Cirebon, Desa Kebonturi, Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Korban bernama Jessica Shintya Pentury meninggal setelah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun Kabupaten Cirebon. 

Kasat Reskrim Polresta Cirebon Hario Prasetyo menjelaskan bahwa korban meninggal dunia pada  pukul 21.30 WIB, Senin, 29 Januari 2024, saat dilakukan penanganan medis oleh pihak rumah sakit. "Iya benar, tadi malam satu korban meninggal dunia," kata Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Hario Prasetyo dikutip dari Medcom.id pada Selasa, 30 Januari 2024.

Hario menyebut dua dari empat korban penyerangan sudah diperbolehkan pulang. Satu korban lainnya masih dalam penanganan medis di RSUD Arjawinangun Cirebon, karena mendapatkan luka cukup serius akibat senjata tajam.

Sebelumnya, warga Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon dibuat geger, dengan peristiwa penganiayaan yang dilakukan oleh seorang Office Boy (OB) terhadap kepala cabang dan sejumlah karyawan, Senin, 29 Januari 2024. Salah satu karyawan yang sedang berada di lokasi kejadian menjelaskan detik-detik kejadian.
 
SP, salah satu karyawan, menuturkan aksi yang dilakukan petugas OB tersebut terjadi pada pagi hari, sekitar pukul 06.54 WIB. Ia menduga aksi tersebut ada unsur terencana karena pelaku sempat mengunci semua ruangan melakukan penganiayaan.

"Semua ruangan dikunci oleh pelaku dari dalam," ujar SP.

Namun, sejumlah pegawai mengira hal tersebut merupakan hal normal saja dan tidak menyangka akan terjadi hal yang cukup tragis. Selang beberapa lama setelah pelaku mengunci seluruh pintu kantor, pelaku kemudian melakukan penganiayaan terhadap kepala cabang dan karyawan yang ada di sekitarnya.

"Total ada sembilan karyawan yang berada di dalam kantor," kata SP.

Peristiwa tersebut kemudian berhasil dihentikan oleh karyawan lainnya dengan membekuk pelaku. Namun empat orang mengalami luka berat akibat penganiayaan tersebut. "Karyawan lainnya berusaha memisahkan dan membekuk pelaku," kata SP.



(SUR)

Berita Terkait