Dadali: Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, mengatakan dua dari lima ekor sapi yang dikarantina di kota Bandung, Jawa Barat, mengalami penurunan kesehatan. Bahkan, salah satu sapi mati karena virus penyakit mulut dan kuku (PMK).
"Satu ekor mati karena kondisinya semakin parah, kemudian satu ekor lagi dipotong bersyarat karena si peternak khawatir menyebarkan ke yang lain. Sisa tiga yang masih perawatan," kata Gin Gin dilansir dari Medcom.id, Kamis, 2 Juni 2022.
Dia menambahkan kondisi tiga ekor sapi yang terpapar PMK saat ini masih terus dipantau karena kerap mengeluarkan air liur yang cukup banyak. Sehingga, tiga sapi tersebut dipisahkan khawatir kondisinya semakin memburuk.
"Kita terus pantau kondisinya, mudah-mudahan yang tiga itu membaik," ucap Gin Gin.
Sebelumnya, sebanyak lima sapi di Kota Bandung, Jawa Barat terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Kelima sapi tersebut harus dikarantina agar tidak menularkan virus ke sapi lain.
(UWA)