BIN Jabar Gelar Vaksinasi Covid-19, Sasar Pelajar dan Santri di Cianjur

Ilustrasi Medcom.id. Ilustrasi Medcom.id.

Dadali: Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Jawa Barat menggelar vaksinasi covid-19 secara massal dan door to door di wilayah Cianjur. Hal itu menyusul upaya pembentukan kekebalan kelompok (herd immunity) dan pencegahan penyebaran virus korona.

Kepala BIN Daerah Jabar, Brigjen TNI Dedy Agus Purwanto, mengatakan saat ini BIN tengah mengejar target percepatan vaksinasi. BIN Daerah Jabar menyasar sebanyak 1.000 pelajar dan santri dalam pelaksanaan vaksinasi massal kali ini.

“Pelaksanaan vaksinasi massal dilakukan serentak di tiga daerah lainnya. Mengingat akhir Desember 2021 kita harus mencapai target 70 persen,” kata Dedy Agus, seperti dilansir dari Medcom.id, Jumat, 5 November 2021.

Dia menerangkan program vaksinasi bagi pelajar dan santri merupakan salah satu arahan dari Presiden Joko Widodo dan Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan. Sedangkan pelaksanaan vaksin dilakukan di Madrasah Tsanawiyah Al-Mubarokah, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Cianjur.
 
“BIN menggandeng Pemda (Pemerintah Daerah) Cianjur melalui Dinas Kesehatan untuk pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar dan santri,” ucapnya.
 
Selain melakukan vaksinasi, BIN juga memberikan paket vitamin kepada para pelajar dan santri yang mengikuti vaksinasi.

Baca: Kemenkes: Vaksinasi Covid-19 Berjalan Sesuai Target

Sebelumnya, Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan akselerasi capaian vaksinasi covid-19 terus dilakukan di wilayahnya. Ia menargetkan pertengahan bulan ini bisa mencapai 70 persen.

"Kita masih level 3. Kalau bisa mencapai 50% kita level 2. Kalau 70% kita level 1. Doakan, mudah-mudahan pertengahan bulan ini bisa mencapai 70%," tegas Herman seusai meninjau gebyar vaksinasi covid-19 di Desa Mekargalih dan Warudoyong di Kecamatan Cikalongkulon, Selasa, 2 November 2021.

Herman menegaskan, beberapa waktu terakhir ini di Kabupaten Cianjur tidak terjadi penambahan kasus baru konfirmasi positif covid-19. Karena itu, di tengah melandainya kasus sekarang, harus jadi momentum percepatan vaksinasi bagi masyarakat.



(RAO)

Berita Terkait