Tangkuban Perahu Sepi Pengunjung Akibat Covid-19

Wisatawan berfoto dengan latar kawah Tangkubah Perahu, Minggu, 3 Januari 2020. MI/Depi Gunawan Wisatawan berfoto dengan latar kawah Tangkubah Perahu, Minggu, 3 Januari 2020. MI/Depi Gunawan

Dadali: Tampak ada yang berbeda dari libur Natal dan Tahun Baru 2021. Tempat wisata yang biasanya ramai pengunjung pada momen tersebut, justru sepi beberapa pekan terakhir. 

Kebijakan pemerintah yang mewajibkan para pengunjung objek wisata untuk mengantongi hasil rapid test antigen membuat masyarakat mengurungkan niatnya. Apalagi dengan adanya pengetatan protokol kesehatan, wisatawan pun jadi enggan untuk mengujungi tempat wisata. 

Terpukulnya sektor pariwisata pada Natal dan Tahun Baru 2021 juga akibat dari pemangkasan cuti bersama oleh pemerintah. Salah satu objek wisata di Kabupaten Bandung Barat yang merasakan penurunan jumlah pengunjung, yakni Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Perahu.

“Dari sejak libur Natal sampai sekarang, pengunjung turun 60-70 persen. Yang lebih tragis, sejak covid-19 merebak, tidak ada lagi pengunjung dari luar negeri,” kata Pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Tangkuban Perahu, Ruslan Kaban, Minggu, 3 Januari 2021, seperti dilansir dari Mediaindonesia.com.

Diperkirakan, dengan adanya kebijakan larangan masuk bagi warga negara asing (WNA) ke Indonesia mulai 1 Januari 2021, sektor pariwisata pun akan semakin terpukul. Sebab, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung dipastikan tidak ada dan sepi.

Ruslan bercerita bahwa sebelum pandemi covid-19 melanda, terdapat 70 hingga ratusan wisman per hari yang mengunjungi TWA Tangkuban Perahu. Imbas dari covid-19 membuat tidak ada wisman yang berkunjung, terkecuali wisman yang sudah lama menetap lama di Indonesia, itu pun hanya satu atau dua orang.

Pengelola tempat wisata terus berupaya untuk memaksimalkan pelayanan bagi para wisatawan dengan menerapkan protocol kesehatan. Para karyawan diharuskan untuk menerapkan protokol kesehatan dan pengunjung pun selalu diingatkan. Hal ini dilakukan agar para pengujung bisa tenang dan merasa aman saat berwisata.

"Sebelum kunjungan dibuka, seluruh karyawan wajib olahraga pagi, lalu mereka dicek suhu tubuhnya, kalau ada yang di atas 37 derajat Celcius kita pulangkan. Untuk karyawan bagian tiket, kita kasih face shield lengkap dengan sarung tangan karena mereka langsung bersentuhan," jelasnya.

Pihaknya akan terus memantau situasi terkini untuk kembali menggairahkan kunjungan wisata. Kehadiran vaksin covid-19, menurutnya, bisa menjadi salah satu pemicu untuk memulihkan sektor pariwisata Indonesia pada 2021.

"Saya yakin dengan vaksin, ke depan akan jauh lebih baik untuk mendorong pertumbuhan pariwisata di negara kita. Tapi vaksin saja tidak cukup, perilaku 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak dan menghindari kerumunan paling penting diterapkan masyarakat pada saat ini," bebernya.

Semoga dengan adanya vaksin covid-19 yang sudah mulai didistribusikan ke 34 provinsi di Indonesia, dapat memulihkan sektro pariwisata ya teman-teman! Tetapi selalu ingat, vaksin bukanlah jurus pamungkan untuk menaklukan pandemi covid-19, kalian juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan dengan 3M (mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak).



(SYI)

Berita Terkait