Perkembangan Kasus Covid-19 di Jawa Barat Dilirik DPR

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi NasDem, Muhammad Farhan. MI/Bayu Anggoro Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi NasDem, Muhammad Farhan. MI/Bayu Anggoro

Dadali: Kasus covid-19 di Jawa Barat mengalami kenaikan usai libur Lebaran 2021. Bahkan, kejadian positif covid-19 di Jabar pernah bertambah 1.562 kasus per hari. Tren peningkatkan kasus korona di wilayah tersebut pun akhirnya dilirik oleh DPR.

"Jawa Barat masih menghadapi tantangan pandemi yang luar biasa," kata Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi NasDem, Muhammad Farhan, Kamis, 10 Juni 2021, seperti dilansir dari Mediaindonesia.com.

Penerapan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker dan menghindari kerumunan, dinilai wajib dievaluasi. Farhan menyebutkan perkembangan kasus covid-19 di Jabar sudah masuk dalam daftar sorotan. Tetapi, menurutnya, perkembangan kasus covid-19 di wilayah tersebut masih bisa ditanggulangi dengan sejumlah upaya masif.

Vaksinasi covid-19 di Jawa Barat perlu dorongan kuat agar mempersempit potensi penularan. Terlebih, pasca Lebaran dan libur panjang, kasus harian covid-19 di daerah harus menjadi perhatian. 

"Hal ini direspon dengan vaksinasi yang meluas dan cepat. Saya lihat di Jawa Barat lebih baik daripada provinsi lain, terutama untuk distribusi vaksin covid-19," ucap Farhan.
 
Selain itu, pengetatan untuk mematuhi protokol kesehatan di lapangan terutama menutup celah kerumunan, juga dinilai sudah dilakukan secara masif di beberapa daerah. 

"Di Jawa Barat, ketersediaan kamar bagi penderita covid di fasilitas kesehatan mulai membaik. Saya monitor tidak ada kekurangan kamar, meski testing dan tracing sudah dilakukan secara meluas," lanjutnya. 

Baca juga: Kasus Covid-19 di Bandung Barat Melonjak Pascalebaran

Sosialisasi dan edukasi 5M, menurut dia, sudah menunjukan hasil yang baik walaupun ada beberapa warga yang masih kurang patuh. Di sisi lain, Farhan mengkritisi jaring pengaman sosial bagi warga kurang mampu yang terdampak pandemi masih terjadi di beberapa daerah. 

"Masih ada masalah dengan distribusi Bansos. Tampaknya masalah data menjadi kendala," tutupnya. (Bayu Anggoro)
 



(SYI)

Berita Terkait