Sedang Merasa Penat? Yuk, Cerahkan Pikiran dengan Berkunjung ke Curug Cilember Bogor

Ilustrasi. Curug Dengdeng di Bogor. Medcom.id/Wijokongko Ilustrasi. Curug Dengdeng di Bogor. Medcom.id/Wijokongko

Dadali: Tak dimungkiri, rasa penat akan selalu hadir selama pandemi covid-19 melanda. Bagaimana tidak? Yang dahulunya kita bisa berpergian secara bebas, bersosialisasi dengan kerabat kapan pun dan di mana pun, hingga berwisata tanpa perlu khawatir akan tertular penyakit kini sudah sirna. 

Tetapi, melarikan diri dari suasana hiruk pikuk kota juga tidak ada salahnya untuk dilakukan. Selama pandemi covid-19, tentunya wisata alam menjadi destinasi yang berada di daftar teratas keinginan kita untuk menjernihkan pikiran. 

Coba kalian bayangkan menikmati heningnya alam, menikmati suara gemericik air, segarnya udara, hingga bermain-main dengan hewan sekitar. Memikirkannya saja sudah membuat tubuh lebih tenang. 

Kira-kita destinasi wisata mana ya yang bisa menawarkan suasana itu? Jawabannya adalah wisata Curug Cilember. Dari Jakarta, kalian cukup berkendaran 2,5 jam, menuju Jalan Raya Puncak Gadog, Megamendung, Bogor, Jawa Barat dengan titik destinasi di peta, Wana Wisata Curug Cilember.

Melansir dari Mediaindonesia.com, bila kalian ingin berkunjung ke sana sebagainya menghindari datang di masa puncak liburan, sehingga protokol kesehatan dapat dijalankan dengan baik. Pilih lokasi-lokasi yang telah mengantongi sertifikat dari otoritas. Karena hal itu menjadi jaminan kegiatan berwisata tak akan berujung musibah.

Keterangan di muka loket tiket bertuliskan SNI ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, menjadi penanda anak usaha dari PT. Perhutani itu menerapkan sistem manajemen berkualitas, yang salah satu indikator utamanya adalah kepatuhan pada regulasi dan kepuasan pelanggan. Wujudnya, tersedia tempat cuci tangan di berbagai lokasi serta cairan disinfektan di muka loket.  

Komitmen manajemen pada standardisasi yang diberikan Badan Standardisasi  Nasional (BSN) itu pun berwujud perolehan sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Sertifikasi itu diberikan pada destinasi-destinasi wisata yang dinilai telah memenuhi aspek kesehatan, keamanan dan keberlanjutan lingkungan. Buat menjamin rasa aman pengunjung, spanduk bertuliskan CHSE juga dipajang di depan gerbang. 

Usai membayar tarif parkir Rp10ribu untuk mobil atau Rp5ribu untuk motor serta tiket masuk Rp25 ribu untuk wisatawan nusantara atau Rp75 ribu untuk turis asing, yang lazimnya dari negara-negara Arab, nikmati tanjakan berundak. Di kanan kiri, ada sosok kokoh pohon pinus, damar dan rasamala. Nikmati limpahan oksigen segar, udara sejuk dan air mengalir di sungai-sungai kecil.  

Harga tiket masuk sepadan dengan tujuh lokasi air terjun yang bisa disambangi satu per satu. Namun, Curug Tujuh menjadi favorit karena paling dekat. Jangan ragu buat berbasah-basah ria di bawah limpahan air jernih yang mengalir deras dan kolam dibawahnya. 

Protokol kesehatan bisa diterapkan 

Di sini, sambil bermain air, ada sosok monyet ekor panjang berbulu abu-abu yang tak malu-malu menghampiri. Sebagian dari mereka cukup berani buat mengutil makanan ketika kita lengah. Tapi, tak ada aksi membahayakan yang patut dirisaukan. Nikmati saja aksi mereka bermain di dahan pohon, saling mengamati kerabat primatanya, yaitu kita serta gaya sang induk yang menggendong bayinya di perut sembari bergelantungan. 

Ketika siang menjelang senja, air terjun ini lazimnya akan sepi sehingga menikmati suasana sore di sini bisa sangat syahdu. Terlebih, ada mitos, mereka yang membasuh wajah dengan air Curug Tujuh akan mudah mendapat jodoh dan dikaruaniai kesehatan!  

Fasilitas Wana Wisata Curug Cilember lainnya yang juga bisa dinikmati adalah Taman Kupu-Kupu dan wahana kandang kelinci. Wujudnya, semacam rumah kaca besar dengan pintu berjaring. Ada aneka tanaman berbunga yang dihinggapi aneka jenis kupu-kupu. Terdapat tiga spesies terbanyak di sana, Troides Helena dengan bentangan sayap 13 hingga 17 cm dengan dominasi warna hitam dan kuning, Papilio Memnon asal Asia yang memiliki 14 variasi warna dan bentuk, serta Papilio Parenthus yang berona biru hingga hijau dan gemar bermain di air juga pasir untuk mencari natrium yang digunakan sang jantan buat memikat betina.     

Buat memacu adrenalin sekaligus berburu foto-foto untuk dipajang di media sosial, jajaki juga permainan memanah, menembak, hingga bersepeda di ketinggian. Jika ingin menikmati kesenyapan hutan seluas 2 hektare di malam hari, menginap saja di tenda yang dibawa atau bisa kita sewa, Merkusi Jungle Logde yang fasilitasnya menyerupai vila, hingga Saung Hawu, yang berwujud bangunan kayu mungil yang dilengkapi alas tidur.

Saat datang bersama rombongan keluarga, sekolah, komunitas atau kantor, ada pula paket kegiatan yang disertai wisata edukasi tentang hutan dan satwa yang menghuni hutan tropis ini. Favorit anak-anak di sini, bermain di kolam yang dihuni aneka warna ikan mas yang montok.    

Wisata berkelanjutan 

Cluster Manager Curug Cilember Rully Priana menyatakan pihaknya juga telah mengikuti pembinaan penerapan SNI 8013:2014 Pengelolaan Pariwisata Alam dari BSN secara daring. SNI itu mendorong pengelolaan pariwisata dengan menerapkan prinsip keberlanjutan agar bisa berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Tunggu apalagi, yuk ke Curug Cilember teman-teman! (Iis Zatnika)


 



(SYI)

Berita Terkait