Kamu Harus Tahu, Ini 5 Manfaat Spirulina Bagi Kesehatan!

Spirulina. Foto: shutterstock Spirulina. Foto: shutterstock

Dadali: Spirulina kerap dipakai di bidang kesehatan bahkan kecantikan untuk waktu yang cukup lama. Spirulina memiliki kandungan berbagai nutrisi dan antioksidan yang baik untuk kesehatan otak dan tubuh.

Spirulina merupakan jenis ganggang biru-hijau yang hidup di air laut dan air tawar. Setelah dipanen, tanaman ini dapat diproses dan dijadikan suplemen, tablet, bubuk, atau minuman yang dapat dikonsumsi.

Banyak orang menganggap spirulina sebagai makanan super karena mengandung nutrisi lengkap dan kandungan protein yang cukup tinggi. Dalam satu sendok makan spirulina bubuk mengandung 20 kalori, 4 gram protein, 0,5 gram lemak, dan 1,5 gram karbohidrat.

Spirulina juga mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin K, kalsium, magnesium, kalium, fosfor, dan zat besi. Selain itu, terkandung pula kolin, folat, dan antioksidan dalam spirulina.

Spirulina juga diketahui mengandung zat yang memiliki sifat antibakteri, antivirus, antiradang, dan antikanker. Berikut sejumlah manfaat yang bisa kamu dapatkan dari spirulina, melansir dari berbagai sumber.

1. Memperkuat sistem kekebalan tubuh

Selama pandemi covid-19, kamu sangat disarankan untuk mengonsumsi spirulina. Spirulina yang mengandung beberapa jenis antioksidan, mineral, dan vitamin, ini berperan penting menjaga daya tahan tubuh.

Beberapa riset menunjukkan spirulina dapat mendukung produksi dan kinerja sel darah putih, serta membantu produksi antibodi. Sehingga, tubuh akan lebih kuat melawan virus, bakteri, jamur, dan parasit penyebab infeksi.

Baca juga: Jarang Diketahui Orang, Ini 5 Manfaat Daun Binahong Bagi Kesehatan

2. Menurunkan berat badan

Mengonsumsi spirulina secara teratur diyakini menjadi cara ampuh menurunkan berat badan. Sebab, spirulina bergizi tinggi, rendah kalori, dan mengandung banyak kandungan nutrisi.

Hasil uji coba terkontrol plasebo double-blind 2016 menunjukkan, spirulina dapat membantu manajemen berat badan. Dalam studi itu, orang yang memiliki kelebihan berat badan mengonsumsi spirulina secara teratur selama tiga bulan. Alhasil, berat badan turun.

3. Menjaga kesehatan jantung

Penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian di dunia. Spirulina dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dengan menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol jahat (LDL).

Spirulina juga diyakini dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL) dalam tubuh. Efek ini menjadikan spirulina baik dikonsumsi untuk menjaga kesehatan jantung, serta menurunkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular termausk penyakit jantung.

Sebuah penelitian menunjukkan, 25 orang dengan diabete tipe 2 mengonsumsi 2 gram spirulina setiap hari. Hasilnya, kadar trigliserida dan kolesterol jahat dapat menurun.

Penelitian lainnya, orang dengan kadar kolesterol tinggi yang mengonsumsi 1 gram spirulina per hari dapat menurunkan kadar trigliserida sebesar 16,3 persen. Serta menurunkan kolesterol jahat sebesar 10,1 persen.

Baca juga: Khawatir Jantung Berhenti Saat Olahraga? Kenali Penyebab dan Pencegahannya di Sini

4. Mengurangi risiko penyakit kanker

Spirulina yang mengandung zat antioksidan cukup tinggi diketahui mampu mencegah kerusakan sel-sel tubuh akibat paparan radikal bebas. Spirulina juga diyakini mampu mencegah pertumbuhan sel-sel kanker.

Sebuah penelitian pada hewan telah menunjukkan, konsumsi spirulina dapat mengurangi terjadinya kanker dan meredakan ukuran tumor. Studi lainnya yan gmeneliti 87 orang dari India dengan lesi prakanker di mulut jug amenunjukkan hal serupa.

Terbukti dalam riset tersebut, orang yang mengonsumsi satu gram spirulina per hari selama satu tahun dapat menghilangkan ukuran lesi prakankernya hingga 45 persen.

5. Menurunkan tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius seperti penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal kronis. Caranya, dengan mengonsumsi 4,5 gram spirulina per hari.

Sebuah riset menunjukkan spirulina dapat meningkatkan produksi nitrit oksida yang membuat pembuluh darah melebar dan lebih rileks. Sehingga, tekanan darah menjadi lebih stabil.

Selain itu, kandungan kalium pada spirulina juga berperan penting menurunkan dan menjaga tekanan darah tetap stabil. Dalam sebuah studi selama du abulan pada 25 orang dengan diabetes tipe 2 menunjukkan, konsumsi dua gram spirulina per hari menyebabkan penurunan kadar gula darah.  

Penanda kadar gula darah jangka panjang, HbA1c, menurun dari sembilan persen menjadi delapan persen. Studi memperkirakan pengurangan satu persen pada penanda ini dapat menurunkan risiko kematian terkait diabetes sebesar 21 persen.



(CIA)