Korban Terakhir Tanah Longsor di Sukabumi Berhasil Dievakuasi

Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jasad terakhir atas nama Abdullah (29) pada Kamis, (21/7), yang merupakan korban tertimbun tanah longsor di Kampung Jabongardu, Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jabar pada Rabu, (20/7). Antara/Aditya Tim SAR gabungan saat mengevakuasi jasad terakhir atas nama Abdullah (29) pada Kamis, (21/7), yang merupakan korban tertimbun tanah longsor di Kampung Jabongardu, Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jabar pada Rabu, (20/7). Antara/Aditya

Sukabumi: Bencana tanah longsor terjadi di Kampung Jabongardu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Rabu, 20 Juli 2022, dini hari. Peristiwa ini merenggut dua korban jiwa. Tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi kedua jasad korban. 

Bencana yang terjadi di RT 3/3, Desa Girijaya, ini mengakibatkan dua orang pekerja bangunan meninggal. Yakni, Irwan, 34, yang jasadnya lebih dulu ditemukan pada Rabu sore dan Abdullah, 29, yang jasadnya baru ditemukan hari ini. 

“Alhamdulillah, jasad terakhir atas nama Abdullah, warga Kampung Jabon Rawa, RT 4/3, Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, berhasil dievakuasi pada Kamis sekitar pukul 01.20 WIB,” kata Kepala Kantor SAR Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR, Fazzli. 

Baca juga: Tanah Longsor Landa Cirebon, 1 Musala Rusak

Sementara itu, Staf Humas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi Ariel Solehudin mengatakan pihaknya membantu dan bergabung dengan tim SAR dalam proses evakuasi korban bencana tanah longsor di bawah koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi. 

Ariel Solehudin yang akrab disapa Iding ini mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk selalu waspada dengan kondisi cuaca ekstrem seperti turun hujan deras dengan durasi waktu cukup lama yang bisa memicu terjadinya bencana. Ia juga menyampaikan bela sungkawa terhadap para korban beserta keluarga yang ditinggalkan. 

“Atas kejadian ini kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada para korban, khususnya yang meninggal dunia. Semoga keluarga yang ditinggalkan bisa diberikan kekuatan dan ketabahan atas musibah ini,” ujar Solehudin seperti dikutip dari Medcom.id, Kamis, 21 Juli 2022.

Baca juga: Tim SAR Temukan 1 Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Tasikmalaya

Tak hanya itu, PMI juga menyiagakan personelnya serta peralatan penduduk lain untuk membantu proses penanggulangan bencana dalam upaya meminimalisir dampaknya. 

Sebelumnya, bencana yang terjadi ini berawal ketika enam pekerja bangunan yang tengah membangun rumah dikejutkan sebuah tebing tiba-tiba longsor. Tinggi dan panjang tebing tersebut adalah enam meter. 

Tiga dari enam pekerja berhasil menyelamatkan diri. Sementara tiga korban lainnya tertimbun longsor. Namun, satu pekerja yang tertimbun nyawanya berhasil diselamatkan. Sedangkan dua korban lainnya tewas. 

Kedua jasad sudah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga korban untuk segera dikebumikan. Hingga saat ini, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cidahu masih berada di lokasi kejadian.



(UWA)

Berita Terkait