Isu Penundaan Pemilu, Pakar: Ini Permainan Elite Politik

Presiden Partai Buruh Said Iqbal (kiri) berorasi menolak penundaan pemilu 2024 di depan Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 11 Maret 2022. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso Presiden Partai Buruh Said Iqbal (kiri) berorasi menolak penundaan pemilu 2024 di depan Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 11 Maret 2022. Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

Jakarta: Pakar Komunikasi Politik, Antonius Benny, menilai isu penundaan pemilihan umum (pemilu) hanya permainan para elite partai politik (parpol) semata. Tujuannya demi memperoleh posisi tawar menawar tinggi di dalam lingkungan pemerintahan.

“Ini permainan kata-kata untuk mencapai tujuan para elite politik, yaitu menaikkan bargaining posisi mereka. Ini bukan aspirasi publik. Ini hanya demi kepentingan individu para petinggi partai politik,” ujar Benny, dikutip dari Media Indonesia, Minggu, 13 Maret 2022.

Menurut Benny, situasi pandemi covid-19 yang dijadikan sebagai alasan perihal penundaan pemilu terkesan dibuat-buat. Padahal saat ini penanganan covid-19 sudah semakin baik bahkan pelonggaran peraturan telah dilakukan di sejumlah sektor.

Ia menegaskan isu penundaan pemilu hanya akan merusak rasa percaya masyarakat terhadap partai-partai politik. Terutama, bagi yang menggaungkan wacana tersebut.

Baca: Sambut Pemilu 2024, Pemkot Bandung Siapkan Anggaran Sebesar 100 Miliar

“Elite politik seharusnya menciptakan kepercayaan publik dan mampu memberikan kepastian kepada masyarakat. Kalau seperti ini malah membuat masyarakat tidak percaya," kata dia.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pimpinan Ideologi Pancasila (BPIP) ini berharap agar pemerintah dapat mengambil sikap tegas terkait isu tersebut. Jangan sampai, lanjut dia, pemerintah ikut terbawa arus karena hal itu akan membuat kondisi di masyarakat menjadi ricuh.

"Karena publik tidak akan lagi percaya dengan sistem. Ini bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita reformasi dan konstitusi,” tegas Benny.



(UWA)

Berita Terkait