Waspada La Nina! Ini Persiapan Mandiri yang Harus Dilakukan

Suasana pascalongsor dan banjir bandang di Gunung Mas, Puncak, Bogor, Senin, 19 Januari 2021. Foto: Medcom.id/Rizky Dewa Suasana pascalongsor dan banjir bandang di Gunung Mas, Puncak, Bogor, Senin, 19 Januari 2021. Foto: Medcom.id/Rizky Dewa

Dadali: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat (Jabar) meminta masyarakat untuk melakukan beberapa persiapan secara mandiri untuk menghadapi fenomena La Nina. Awal musim hujan diprakirakan terjadi pada Oktober mendatang. 

Pada saat itu, permukaan air laut akan terasa lebih hangat dan berpotensi terjadi La Nina. Fenomena tersebut dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, dan bencana alam lainnya.

Merangkum berbagai sumber, terdapat sejumlah persiapan yang bisa dilakukan secara mandiri dalam menghadapi La Nina. Salah satunya dengan mengecek sumbatan yang dapat memengaruhi serapan air hujan. 

Baca: BPBD Minta Warga Waspadai Dampak Fenomena La Nina di Jabar

"Pengurangan risiko bencana itu lebih menekankan kepada upaya-upaya pencegahan terjadinya bencana. Jadi, segala upaya yang dilakukan prabencana seperti pelestarian lingkungan," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Jabar, Dani Ramdhan, Jumat, 17 September 2021.

Selain itu, warga setempat juga harus berupaya untuk gotong royong memeriksa keadaan rumah. Pastikan kondisi rumah dalam keadaan baik dan tak ada sampah yang menyumbat saluran air.

Setiap orang juga disarankan untuk memiliki pembekalan, seperti tas darurat berisi barang-barang yang perlu disiapkan jika bencana datang. Misalnya charger, senter, jas hujan, beberapa makanan, hingga surat-surat berharga.

Hal itu dipersiapkan karena La Nina memiliki potensi banjir bandang. Maka dari itu, warga harus mengetahui apa saja yang perlu dibawa, jika nantinya petugas terpaksa melakukan evakuasi.

Kemudian masyarakat diminta untuk selalu memperbarui informasi melalui website resmi BMKG maupun BPBD. Tujuannya agar mengetahui prakiraan cuaca ekstrem secara real time.

Penting untuk memiliki ketangguhan mandiri dalam menghadapi bencana. Sebab, orang pertama yang bisa menjadi penyelamat adalah diri kita sendiri. (Raissa Oktaviani)
 



(RAO)

Berita Terkait