KBM Tatap Muka Bisa Diberlakukan di Jawa Barat, Asalkan...

Ilustrasi/Medcom.id Ilustrasi/Medcom.id

Dadali: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mengizinkan kegiatan belajar mengajar (KBM) dilaksanakan secara tatap muka dalam waktu dekat. Dengan syarat, seluruh tenaga pengajar sudah divaksin 100 persen.

“Saya sudah mengarahkan kalau guru-gurunya sudah 100 persen divaksin, dua tahap, itu relatif tahap pertama yang boleh diizinkan,” kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam konferensi pers Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah yang ditayangkan melalui akun YouTube Humas Jabar pada Senin, 15 Maret 2021.
 
Tanpa adanya kepastian tersebut, Pemprov Jabar belum bisa memastikan apakah KBM tatap muka aman untuk dijalankan atau tidak. Sehingga, kondisi itu dapat terealisasikan apabila para tenaga pengajar sudah memiliki kadar imun yang lebih baik agar tidak membahayakan anak-anak.

“Tadi kan zona merahnya sudah tidak ada, zona hijaunya makin banyak, dan ditambah dengan vaksinasi. Jadi, tidak ada alasan kita tidak tatap muka, Tetapi, harus ada ukuran untuk memastikan guru dan pengajar untuk melindungi anak-anak. Jadi, poinnya sudah boleh (KBM tatap muka) selama ada pembuktian itu,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Emil, sapaan akrabnya, juga mengumumkan kabar baik terkait penanganan covid-19 di Jabar. Pasalnya, sudah tidak ada zona merah penyebaran covid-19 di 27 kabupaten/kota se-Jabar. Kasus covid-19 di tingkat desa dan RT pun menurun semenjak pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.

“Jadi, PPKM mikro ini sangat pas karena mengunci permasalahan di skala kecil tanpa harus mengorbankan wilayah yang lebih luas,” ucapnya.

Pihaknya akan mengupayakan agar zona merah di tingkat mikro juga terhapuskan. Demi mewujudkan itu, maka pengetesan covid-19 akan semakin digalakkan. Tak hanya itu, ruang isolasi di level RT juga akan diperbanyak.

Secara provinsi, tingkat kepatuhan masyarakat dalam menjaga jarak dan memakai masker juga stabil, yakni di atas 80 persen. Lebih rincinya, persentase masyarakat yang disiplin menjaga jarak, yaitu 83 persen. Sementara, kepatuhan warga dalam memakai masker mencapai 85 persen. 

“Mudah-mudahan target Pak Kapolda semuanya (menjaga jarak dan mencuci tangan) di atas 85 persen. Sehingga, Pak Kapolda tadi memberikan semangat kepada para anggota,” ujar Emil.


 



(SYI)

Berita Terkait