Dari Bandung Virus Dibendung: Perjalanan Menemukan Vaksin

Keluarga Ferry Ahmad Firdaus ikhlas menjadi relawan uji klinis. Foto: Metro TV Keluarga Ferry Ahmad Firdaus ikhlas menjadi relawan uji klinis. Foto: Metro TV
Jakarta: Tiga hari menjelang peringatan ke-75 tahun kemerdekaan RI, Klinik Kesehatan Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat, sudah ramai. Sekitar pukul 08.00 WIB, puluhan orang sudah terlihat berdatangan.

Mereka tampak sehat dan segar serta mengenakan pakaian terbaik. Karena hari Jumat, sebagian besar memakai batik. Tak terkecuali keluarga Ferry Ahmad Firdaus, 51. Datang bersama istri dan anak perempuannya, ketiganya kompak memakai batik berwarna cerah, lengkap dengan masker.

"Kami sekeluarga terpanggil untuk ikut uji klinis vaksin covid 19. Ini murni kesadaran sendiri. Kami sudah rindu adanya vaksin untuk mengatasi pandemi covid-19 ini," kata Ferry memulai percakapan saat diberondong pertanyaan ihwal kedatangan mereka ke klinik, Jumat, 14 Agustus 2020.

Ketiganya adalah bagian dari 21 relawan gelombang pertama uji klinis vaksin covid-19. Fakultas Kedokteran Unpad bersama PT Bio Farma dipercaya menguji klinis fase ketiga vaksin covid-19 produksi Sinovac Biotech, sebuah perusahaan farmasi asal Tiongkok. Dibutuhkan total 1.620 relawan untuk menguji vaksin ini.

Media Group News (Media Indonesia, Metro TV, dan Medcom.id) mencoba memotret geliat pelaksanaan uji klinis vaksin di Bandung. Uji klinis memang tak hanya berlangsung di Bandung. 

Sejumlah lembaga riset dan perguruan tinggi di Indonesia bahu-membahu meracik vaksin. Bahkan, pemerintah pun berupaya memproduksi vaksin buatan dalam negeri yang dinamai vaksin 'Merah Putih' di bawah Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. 

Meski begitu, uji klinis di Bandung inilah yang merupakan paling maju. Jika berhasil, minimal efektif terhadap 50 persen relawan, maka vaksin ini bisa segera diproduksi. 

Untuk itu, liputan gabungan ini dirancang. Kami memotret langsung bagaimana geliat uji klinis di kota berjuluk Paris van Java tersebut. Semoga vaksin ini benar-benar bisa efektif dan kelak bisa membendung gempuran virus korona yang sudah memorakporandakan dunia sejak awal 2020.

Selamat membaca!

Tulisan Pertama: Sejarah Panjang Unpad Meracik Vaksin

Tulisan Kedua: Tetap Optimistis Meski Telat Start

Tulisan Ketiga: Keberhasilan Fifty Fifty

Tulisan Keempat: Dari Keluarga untuk Indonesia

Tulisan Kelima: 6 Tahap Fase Cepat Penciptaan Vaksin Covid-19

Tulisan Keenam: Daftar 29 Kandidat Vaksin Covid-19, Dari Baru Mulai Hingga Siap Edar


(IDM)