Pemkot Bogor Antisipasi Peningkatan Kasus Covid-19 Usai Libur Lebaran

Wali Kota Bogor Bima Arya. Medcom.id/Rizky Dewantara Wali Kota Bogor Bima Arya. Medcom.id/Rizky Dewantara

Dadali: Libur Lebaran telah usai. Pemerintah Kota Bogor pun harus mengantisipasi kemungkinan peningkatan kasus positif covid-19.

"Puncak libur Lebaran tahun 2021 sampai hari Minggu kemarin. Hari ini sudah melewati puncak libur Lebaran, tren penularan covid-19 masih melandai," kata Wali Kota Bogor Bima Arya di Balai Kota Bogor, Senin, 17 Mei 2021, melansir Antara.

Menurut Bima Arya, saat ini pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit sudah sangat sedikit. Banyak tempat tidur untuk perawatan pasien covid-19 sudah kosong.

Baca juga: Sempat Ditutup, Kini Tempat Wisata di Kota Bogor Kembali Dibuka

Bima menjelaskan, meskipun pemerintah pusat dan Pemkot Bogor telah melarang mudik pada libur Lebaran tahun ini. Tapi nyatanya masih ada masyarakat yang mudik dan kini telah kembali ke rumah, termasuk Kota Bogor.

"Ini yang harus diantisipasi," kata dia.

Antisipasi yang dilakukan Pemkot Bogor yakni dengan menyediakan tes swab antigen untuk para pemudik yang tiba di Kota Bogor. Mereka yang masuk Kota Bogor diketahui positif akan langsung diisolasi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor, kasus positid covid-19 yang baru terkonfirmasi sebanyak 10 orang. Sedangkan, sebanyak 95 orang sembuh dari virus yang menyerang pernafasan itu. Dengan jumlah itu, maka kasus positif covid-19 yang masih dalam perawatan saat ini ada 257 kasus.  



(CIA)

Berita Terkait