Ratusan Sekolah di Kota Cimahi Gelar Simulasi PTM

Siswa SDN Cimahi Mandiri 2 mencuci tangan sebelum masuk kelas saat simulasi pembelajaran tatap muka, Senin, 24 Mei 2021. MI/Depi Gunawan Siswa SDN Cimahi Mandiri 2 mencuci tangan sebelum masuk kelas saat simulasi pembelajaran tatap muka, Senin, 24 Mei 2021. MI/Depi Gunawan

Dadali: Sebanyak 166 sekolah di Kota Cimahi melaksanakan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) mulai, Senin, 24 Mei 2021. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi mencatat sebanyak 27 sekolah diantaranya jenjang TK, 102 SD, dan 37 SMP.

Dari sekian banyak sekolah yang melaksanakan PTM, hanya satu SD yang batal melaksanakan simulasi. Sekolah dinilai tak siap lantaran kepala sekolah dan guru terlambat datang ke sekolah sesuai waktu yang telah ditentukan.

"Tadi ada seorang kepala sekolah yang pada jam 07.15 WIB belum datang, harusnya sudah siap di lokasi. Padahal para siswanya juga sudah datang di lokasi tapi gurunya malah belum siap," kata Kepala Disdik Kota Cimahi, Harjono, Senin, 24 Mei 2021, melansir Media Indonesia.

Baca juga: Kota Cimahi Gelar Simulasi PTM Selama 6 Hari

Ia menegaskan, kendala ini harus menjadi perhatian bagi seluruh sekolah yang sedang menjalankan simulasi PTM. Sekolah harus mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan.

"Ini jadi pelajaran bagi semua sekolah, maksimal jam 07.15 WIB kepala sekolah dan guru harus standby di pos masing-masing karena sudah dibagi tugas melalui SK satuan tugas di sekolah," ucap dia.

Guru harus siap bertugas melakukan pengukuran suhu tubuh terhadap murid yang masuk sekolah. Selain itu, sekolah harus mengatur arus datang dan pulang siswa serta menyediakan tempat cuci tangan.

Disdik Kota Cimahi akan mengevaluasi PTM pada hari Rabu, 26 Mei mendatang. Hasil evaluasi akan disampaikan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti apakah simulasi PTM ini akan dilanjut atau tidak.

"Simulasi PTM hari Senin dan Selasa akan dievaluasi Rabu nanti. Setelah itu disampaikan ke Plt Wali Kota untuk ditindaklanjuti," ujarnya.

Baca juga: Sekolah di 11 Desa di Garut Dilarang Belajar Tatap Muka

Plt Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengungkapkan pelaksanaan simulasi PTM hari pertama sudah sesuai aturan yang ditentukan. Pihak sekolah sudah mempersiapkan protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, masker, termasuk jalur keluar masuk siswa yang dipisah.

"Hal lainnya misalnya sterilisasi ruangan kelas sebelum dan sesudah digunakan siswa. Pihak sekolah juga wajib menyediakan ruang isolasi yang digunakan untuk merawat siswa sakit selama simulasi," bebernya.

Jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran di kelas juga mesti dibatasi, jika misalkan dalam satu kelas terdapat 40 orang maka pihak sekolah wajib membagi menjadi tiga sesi.

"Siswa yang diizinkan mengikuti pembelajaran di kelas maksimal hanya 15 orang, sementara untuk TK hanya 5 orang setiap kelasnya," lanjutnya.

Simulasi PTM terancam dihentikan jika muncul potensi klaster penyebaran covid-19 dari kalangan siswa maupun tenaga pendidik.

"Kalau misalnya muncul masalah yang tidak diinginkan, akan dievaluasi, kalau memang perlu bisa dihentikan," tambahnya. (Depi Gunawan)



(CIA)

Berita Terkait